
Allah SWT berfirman: "...dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaanNya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan merugilah orang yang mengotorinya." (QS.Asy-Syams : 7-10).
Puncak
kebahagiaan manusia terletak pada tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).
Aspek penyucian jiwa, merupakan salah satu aspek yang harus mendapatkan
perhatian dari seorang insan muslim yang mendambakan hadirnya
ketenteraman jiwa dalam dirinya, jiwa yang redha kepada Allah dan Allah
pun redha kepadanya, jiwa yang tenteram (annafsul muthma'innah) tersebut
akan mengiringinya menghadap Allah SWT. Sehingga masuklah ia ke dalam
hamba-hamba Allah yang diredhai dan Allah menganugerahkan kepadanya
syurgaNya yang luasnya seluas langit dan bumiMenolak kejahatannya dan
menaklukkannya merupakan tugas yang paling penting, kerana jiwa adalah
musuh yang paling buruk, lebih buruk dari syaitan dan kaum kafir.



